Kamis, 16 Juni 2011

Permulaan

                Pada mulanya hanya ada  kegelapan. Kegelapan itu menyelimuti seluruh semesta dan hidup abadi. Ia merasa sangat kesepian, hatinya begitu hampa. Hingga suatu saat, kegelapan menitikkan air mata. Air itulah yang akhirnya menemani kegelapan dalam semesta yang tak terbatas. Namun air itu sangat dingin, ia hampir tidak memiliki ekspresi kecuali kesedihan. Ia selalu membuat sajak-sajak yang menyayat hati dan menyanyikan lagu-lagu kemurungan.
                Suatu saat, kegelapan merasa sangat marah atas perilaku air. Ia sangat murka. Kemarahannya keluar menjadi api yang menyambar-nyambar. Air sangat kaget, ia merasa ia tidak pernah melakukan suatu dosa apapun juga. Api itu sangat liar, ia selalu ingin melumat semua yang didepannya, dan airlah yang ada di hadapannya sekarang. Api dan air lalu terlibat dalam suatu pertikaian panjang, mereka saling meniadakan satu sama lain. Akibat dari pertarungan panjang itu, terbentuklah uap. Uap itu sangat ringan, ia terus naik ke atas dan membentuk suatu atap. Itulah langit.
                Api merasa sangat lelah. Ia lalu memutuskan untuk berhenti dan naik ke langit. Di sana ia membuat langit menjadi takhta-nya. Sementara air tetap di menyelimuti bagian bawah. Di langit, api membuat udara di langit berputar-putar karena energi yang dipancarkannya. Maka terbentuklah angin. Angin sangatlah lincah, ia tidak bisa diam sejenak barang sedetikpun. Ia adalah sosok yang sangat ceria dan terlihat tanpa beban. Sangat berbeda dengan karakter api yang tidak pernah tersenyum secuilpun.
                Waktu berlalu, kegelapan merasa ia perlu membuat suatu tempat untuk sebuah kehidupan yang baru. Ia memang belum cukup puas dengan tiga elemen yang telah tercipta. Ia lalu mengambil sebagian materi dari air, lau menekannya sekeras mungkin hingga terbentuk materi yang lebih padat dan kokoh. Terciptalah bumi. Air membungkus hampir seluruh permukaan bumi, mereka memiliki ikatan yang kuat. Dari merekalah timbul kehidupan mula-mula. Bumi mengeluarkan berbagai jenis tumbuhan dan kemudian binatang-binatang yang melata, berenang, ataupun terbang.
                Tidak puas, kegelapan merasa bahwa ia perlu membuat sesosok penguasa dari dunia baru itu. Ia lalu mengambil serpihan debu dari bumi, membentuk sebuah tubuh mahkluk hidup. Kegelapan lalu memasukkan emosi dan hasrat dari api dan perasaan dari air. Kemudian ia menghembuskan angin yang membuat tubuh itu bernafas dan hidup. Jadilah manusia sebagai ciptaan terakhir tetapi yang paling sempurna. Kepadanyalah diberikan suatu kuasa atas semua ciptaan yang lain. Ia diberi nama: Adam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar