Kamis, 16 Juni 2011

Kasus Absurd: Hilangnya Bendera Pusaka! Debut Pak RT!

Rabu, 17 Agustus 2010. Warga Kampung Avocado menggelar upacara bendera yang diikuti oleh semua wara kampung untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Para petugasnya sendiri ialah para tukang ojek.
Rencananya upacara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Namun, ternyata sampai pukul 08.45 belum ada tanda-tanda bahwa upacara akan dimulai. Padahal warga sudah berkumpul semua di lapangan.
Pak RT yang panik langsung bertanya kepada salah satu petugas upacara,Jul, kenapa upacara belum bisa dimulai.
Beginilah dialog mereka:
RT>>>Ketua RT
J   >>>Si Jul
RT           : jul, kenape upacaranya belom dimulai juga?
J              : eng..maaf pak. Sebenernya kita udah siap, tapi ada satu masalah pak..
RT           : apaan tuh?
J              : eeehh.. bendera pusaka kampung kita ilang pak.. makanya kita masih nyari..tapi kalo gak  ketemu juga, terpaksa deh kita pake bendera biasa
RT           : APA!? Bendera pusaka kampung kita yang di jahit sama Mak Munawaroh ilang? Kok bisa?
J              : Nah, itu dia pak. Seinget saya itu bendera disimpen di gudang peralatan. Terakhir dipake kemarin sore pas gladi resik, abis itu langsung disimpen. Yang nyimpen Si Saep, dia yang megang kuncinya. Tapi pas tadi kita ke gudang, gembok udah dibobol. Bendera udah lenyap. Kata Si ucox yang punya warnet sebelah, dia ngeliat ada orang yg dateng ke gudang itu antara jam 10-11 malem. Dia kira itu satu diantara kita.
RT           : Waduh, gile bener dah. Gue hajar dah tu kalo ketemu malingnya
J              : Nggh.. sebenernya saya curiga ama 4 orang pak.
                Pertama, si Ipul tukang layangan. Soalnya dia kan ga kepilih jadi petugas upacara padahal dia pengen, jadi mungkin dia marah. Tapi pas saya tanya kemana dia antara jam 10-11, dia bilang dia lagi sibuk nyiapin layangan buat dijual hari ini.
            Kedua, Mang Didin tukang mie ayam. Saya curiga soalnya dia kan sering di utangin sama kita pas latihan upacara, jadi mungkin aja dia dendam. Pas saya tanya dia lagi dimana pas jam 10-11, dia bilang lagi maen catur sama anaknya.
Ketiga, Pak Sobar yang baru aja di PHK. Saya inget dia marah-marah gara gara jemurannya di gusur dari lapangan pas kita mau latihan. Pas saya tanya kemana dia antara jam 10-11,  dia bilang lagi maen gaplek di pangkalan ojek.
Keempat, Bu Saidah tukang nasi uduk. Emang sih dia ga punya konflik ama kita, tapi mungkin aja dalam hatinya dia kesel karena tempat jualannya kegusur hari ini. Pas saya tanya dia lagi dimana jam 10-11, dia bilang dia udah tidur dari jam 7.
Gimana pak? Kira-kira siapa yah pelakunya?
RT           : Saya tidak tahu apa motifnya, tapi yang pasti kita harus nemuin orang itu dan minta dia ngembaliin bendera pusaka kita, ayo!
J              : Hah? Emang siapa pak pelakunya?
RT           : (masang senyum kuda delman) Hehehehheh, biar para agan-agan pembaca aja deh yang jawab!

Permulaan

                Pada mulanya hanya ada  kegelapan. Kegelapan itu menyelimuti seluruh semesta dan hidup abadi. Ia merasa sangat kesepian, hatinya begitu hampa. Hingga suatu saat, kegelapan menitikkan air mata. Air itulah yang akhirnya menemani kegelapan dalam semesta yang tak terbatas. Namun air itu sangat dingin, ia hampir tidak memiliki ekspresi kecuali kesedihan. Ia selalu membuat sajak-sajak yang menyayat hati dan menyanyikan lagu-lagu kemurungan.
                Suatu saat, kegelapan merasa sangat marah atas perilaku air. Ia sangat murka. Kemarahannya keluar menjadi api yang menyambar-nyambar. Air sangat kaget, ia merasa ia tidak pernah melakukan suatu dosa apapun juga. Api itu sangat liar, ia selalu ingin melumat semua yang didepannya, dan airlah yang ada di hadapannya sekarang. Api dan air lalu terlibat dalam suatu pertikaian panjang, mereka saling meniadakan satu sama lain. Akibat dari pertarungan panjang itu, terbentuklah uap. Uap itu sangat ringan, ia terus naik ke atas dan membentuk suatu atap. Itulah langit.
                Api merasa sangat lelah. Ia lalu memutuskan untuk berhenti dan naik ke langit. Di sana ia membuat langit menjadi takhta-nya. Sementara air tetap di menyelimuti bagian bawah. Di langit, api membuat udara di langit berputar-putar karena energi yang dipancarkannya. Maka terbentuklah angin. Angin sangatlah lincah, ia tidak bisa diam sejenak barang sedetikpun. Ia adalah sosok yang sangat ceria dan terlihat tanpa beban. Sangat berbeda dengan karakter api yang tidak pernah tersenyum secuilpun.
                Waktu berlalu, kegelapan merasa ia perlu membuat suatu tempat untuk sebuah kehidupan yang baru. Ia memang belum cukup puas dengan tiga elemen yang telah tercipta. Ia lalu mengambil sebagian materi dari air, lau menekannya sekeras mungkin hingga terbentuk materi yang lebih padat dan kokoh. Terciptalah bumi. Air membungkus hampir seluruh permukaan bumi, mereka memiliki ikatan yang kuat. Dari merekalah timbul kehidupan mula-mula. Bumi mengeluarkan berbagai jenis tumbuhan dan kemudian binatang-binatang yang melata, berenang, ataupun terbang.
                Tidak puas, kegelapan merasa bahwa ia perlu membuat sesosok penguasa dari dunia baru itu. Ia lalu mengambil serpihan debu dari bumi, membentuk sebuah tubuh mahkluk hidup. Kegelapan lalu memasukkan emosi dan hasrat dari api dan perasaan dari air. Kemudian ia menghembuskan angin yang membuat tubuh itu bernafas dan hidup. Jadilah manusia sebagai ciptaan terakhir tetapi yang paling sempurna. Kepadanyalah diberikan suatu kuasa atas semua ciptaan yang lain. Ia diberi nama: Adam.